Harga Tepung Tapioka Melonjak, Kenali Fungsi dan Kegunaannya

Judul: Kenaikan Harga Tepung Tapioka: Penyebab, Dampak, dan Peran dalam Kuliner

Ringkasan: Harga tepung tapioka mengalami lonjakan signifikan, menjadi perhatian utama di kalangan pedagang dan konsumen. Kenaikan ini telah berlangsung selama tiga bulan dan berdampak pada stok serta jumlah pembeli. Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa kenaikan harga tidak terkait dengan larangan impor, dan saat ini sedang dibahas penyebabnya.

Artikel:

Dalam beberapa bulan terakhir, harga tepung tapioka mengalami kenaikan yang signifikan, memicu keluhan dari pedagang, terutama di pasar-pasar seperti Pasar Wonokromo dan Pucang Anom di Surabaya. Rahayu, seorang pedagang, menyebutkan bahwa harga tepung ini telah meningkat dari Rp 10.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram. Sementara itu, Aan di Pasar Pucang Anom menjual tepung tapioka seharga Rp 9.000 per setengah kilogram, naik dari Rp 7.000.

Kenaikan harga yang terjadi selama tiga bulan ini sempat menyebabkan kelangkaan pasokan dari pabrik. Meskipun kini pasokan telah kembali normal, pedagang melaporkan bahwa keuntungan mereka menyusut dan jumlah pembeli menurun. Menurut Rahayu, permintaan untuk program MBG juga diasumsikan mempengaruhi harga pasar.

Kementerian Perdagangan, melalui Dirjen Daglu Tommy Andana, mengkonfirmasi bahwa kenaikan harga tidak ada hubungannya dengan kebijakan larangan impor. Pihaknya saat ini sedang melakukan rapat koordinasi untuk menganalisis penyebab kenaikan harga dan membahas kebutuhan impor bahan baku.

Tepung tapioka, yang juga dikenal sebagai tepung kanji, merupakan bahan penting dalam industri kuliner Indonesia. Tepung ini banyak digunakan dalam pembuatan berbagai jajanan tradisional seperti cireng, cimol, dan cilok. Karakteristik tepung tapioka yang lengket saat dicampur air dan menghasilkan tekstur kenyal saat dipanaskan menjadikannya pilihan utama untuk berbagai makanan.

Meskipun saat ini harga tepung tapioka sedang melonjak, perannya dalam kuliner tetap signifikan. Jajanan yang menggunakan tepung ini sering dijajakan di pinggir jalan dan menjadi camilan populer di masyarakat, umumnya disajikan dengan berbagai bumbu yang menggugah selera.

Untuk informasi lebih lanjut, lihat sumber asli di detikjatim [di sini](https://www.detikjatim.com).

Scroll to Top